Rokok mengandung kurang lebih 4000 elemen-elemen, dan setidaknya 200 diantaranya dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. Racun utama pada rokok adalah tar, nikotin, dan karbon monoksida.
Tar adalah substansi hidrokarbon yang bersifat lengket dan menempel pada paru-paru.
Nikotin adalah zat adiktif yang mempengaruhi syaraf dan peredaran darah. Zat ini bersifat karsinogen, dan mampu memicu kanker paru-paru yang mematikan.
Karbon monoksida adalah zat yang mengikat hemoglobin dalam darah, membuat darah tidak mampu mengikat oksigen.

Berikut beberapa efek merokok (selain kanker) terhadap tubuh yang tidak banyak diketahui orang, dari kepala hingga kaki.

1. Merontokkan rambut
Merokok menurunkan sistem kekebalan sehingga perokok lebih mudah terserang penyakit seperti lupus erimatosis yang dapat menyebabkan kerontokan rambut, ulserasi/bisul atau sariawan di mulut, serta rash (ruam) di wajah, kepala dan tangan.

2. Katarak
Perokok mempunyai resiko 40 persen lebih tinggi terkena katarak – buramnya lensa mata yang menghalangi masuknya cahaya, bahkan menyebabkan kebutaan. Semburan zat kimia beracun dari asap rokok mengiritasi mata atau menghambat aliran oksigen dalam darah ke otak.

3. Keriput
Asap rokok membakar protein dan merusak vitamin A yang memelihara elastisitas kulit, serta menurunkan kelancaran aliran darah.Kulit perokok khususnya sekitar bibir dan mata, menjadi kering, kasar dan bergaris-garis.

4. Merusak Pendengaran
Rokok menyebabkan plaque (plak) pada pembuluh darah sehingga menganggu aliran oksigen dalam darah yang menuju ke telinga dalam. Perokok dapat kehilangan pendengaran lebih awal daripada mereka yang perokok serta lebih mudah terkena infeksi telinga tengah yang diikuti komplikasi seperti meningitis dan kelumpuhan otot wajah.

5. Merusak gigi
Zat-zat kimia beracun asap rokok menimbulkan plak yang aktif berkontribusi merusak gigi. Perokok satu setengah kali lebih mudah kehilangan gigi.

6. Emfisema
Pecahnya kantong pernafasan yang mengurangi kapasitas paru menghirup oksigen dan mengeluarkan karbondioksida. Pada kondisi ekstrim, penderita emfisema memerlukan operasi trakheostomi – pemasangan pipa terbuka pada trachea untuk membantu masuknya udara kedalam paru – agar tetap bisa bernafas.

7. Osteoporosis
Karbonmonoksida – zat kimia utama yang keluar dari knalpot kendaraan bermotor dan asap rokok – mempunyai daya ikat lebih besar terhadap sel darah merah daripada oksigen, mengurangi daya angkut oksigen darah perokok 15 persen. Akibat, densitas tulang para perokok pun menurun sehingga mudah retak dan membutuhkan 80 persen lebih lama untuk sembuh. Perokok juga lebih mungkin menderita sakit tulang belakang.

8. Sakit jantung
Satu dari tiga kematian di dunia berhubungan dengan resiko penyakit jantung dan pembuluh darah – yang faktor resiko terbesarnya adalah asap rokok. Setiap tahun, lebih dari 1 juta orang di negara berkembang dan 600 ribu orang di negara maju tewas karena penyakit jantung. Berbagai studi membuktikan merokok mempercepat denyut jantung dan menaikkan tekanan darah (sehingga meningkatkan resiko hipertensi) dan menyumbat pembuluh darah yang akhirnya menyebabkan serangan jantung dan stroke.

9. Tukak lambung
Merokok menurunkan pertahanan tubuh terhadap bakteri penyebab tukak lambung – sekaligus merusak kemampuan lambung menetralisir asam sehabis makan. Tukak perokok lebih susah diobati dan lebih mudah kambuh lagi.

10. Kanker rahim dan keguguran
Merokok meningkatkan resiko kanker lever karim (serviks) dan kanker rahim, serta merusak kesuburan wanita dan menyebabkan komplikasi kehamilan. Merokok selama kehamilan mempertinggi resiko berat badan bayi rendah, yang menyebabkan si kecil rentan berbagai gangguan kesehatan. Keguguran didapati dua sampai tiga kali lebih sering pada perokok

11. Kelainan sperma
Berbagai racun rokok dapat merusak DNA dan mengubah bentuk sperma, yang kemudian menyebabkan keguguran atau kelahiran cacat. Merokok juga mengurangi kesuburan pria serta mengurangi aliran darah ke zakar – yang menyebabkan impotensi

12. Penyakit Burger
Juga disebut thromboangitis obliterans – suatu peradangan pembuluh nadi dan pembuluh balik, serta saraf pada kaki dan secara keseluruhan mengurangi lairan darah. Jika tidak ditangani, penyakit burger dapat menyebabkan gangrene (pembusukan) jaringan tubuh, yang hanya dapat dihentikan penyebarannya dengan amputasi.

Melihat dari bahaya rokok baik bagi yang pasif terlebih yang aktif merokok, usaha untuk melakukan pelan-pelan berhenti merokok sangat dibutuhkan. Tidak ada seorang yang dapat memaksa kita untuk berhenti merokok. Keputusan untuk berhenti merokok ada pada diri kita sendiri. Teguhkan semangat dan niat, kita pasti akan berhasil.

Pilihlah tanggal untuk berhenti a. Berilah tanda pada tanggal yang telah kita tentukan tersebut dan hindari/kurangi hari-hari sibuk

yang penuh dengan stres.
b. Ajak orang lain berhenti merokok, masing-masing saling memberi semangat dan mengingatkan.
c. Bicarakan dengan keluarga dan teman rencana kita untuk berhenti merokok.
d. Minta bantuan mereka untuk mengingatkan sewaktu kita terbujuk ingin merokok kembali.

Pilih cara untuk berhenti
Ada beberapa cara untuk berhenti:
a. Berhenti sama sekali, kita terus merokok seperti biasa hingga satu hari sebelum tanggal berhenti.

Pada tanggal tersebut berhentilah sama sekali.
b. Berhenti sedikit demi sedikit. Kurangi jumlah rokok yang dihisap setiap hari sampai tidak ada lagi
yang dihisap pada tanggal berhenti merokok. Jangan lebih dari satu minggu untuk cara ini, karena
kemungkinan berhasil menjadi lebih kecil apabila waktunya lama.

Buatlah tanggal berhenti merokok menjadi hari yang bersejarah
a. Pada hari tersebut buanglah semua asbak, korek api dan sisa-sisa rokok.
b. Penuhi kulkas kita dengan air putih, kacang-kacangan yang tidak asin, buah-buahan dan sayuran
c. Bersenang-senanglah dengan baju baru atau sesuatu yang telah lama kamu inginkan.

Cara menjalani hari-hari pertama bebas rokok
a. Persiapkanlah mental kita untuk menghadapi gejala-gejala ketagihan yang akan hilang selama 1-2 minggu. Gejala tersebut bisa berupa; keinginan kuat untuk merokok lagi, gemetar, pusing, gelisah, kurang konsentrasi, dan rasa tebal pada tangan dan kaki. Gejala-gejala tersebut timbul karena masa adaptasi tubuh terhadap keadaan bebas nikotin, sirkulasi darah yang meningkat dan peningkatan oksigen yang mencapai sel-sel tubuh.

b. Jangan khawatir bila kita lebih banyak batuk. Bulu-bulu halus di dalam saluran pernafasan yang
biasanya lumpuh selama kita merokok sekarang bekerja kembali. Bulu-bulu halus tersebut bekerja
keras untuk membersihkan asap, kuman-kuman, sel-sel mati dan kotoran. Setelah jalan nafas bersih kembali, batuk-batuk akan lenyap selamanya.

c. Hindari dengan bijak teman-teman perokok kita, mereka biasanya akan membujuk kita untuk
merokok lagi.

Bagaimana menghindari rokok untuk seterusnya ?

a. Ubahlah kebiasaan yang biasanya menyertai saat-saat merokok kita, contoh; apabila merokok
sambil minum kopi, gantilah dengan minum sari buah-buahan. Apabila biasanya kita merokok saat
bangun tidur, maka saat ini lakukan kegiatan-kegiatan lain, misal bukalah jendela dan lakukan
pernafasan dalam-dalam. Apabila kita merokok setelah makan, maka setelah makan berjalan-jalanlah utk menghindari keinginan merokok.
b. Biasakanlah berolah raga atau mulai program/hobi dengan keluarga/teman-teman yang bukan perokok, buatlah acara ini secara teratur.
c. Hindari tempat-tempat yang mengijinkan orang untuk merokok, seperti bar-bar dan diskotik-diskotik
d. Jangan menyerah meskipun hanya untuk merokok satu batang.

Bagaimana jika gagal ?

hal ini sering terjadi. Beberapa perokok memang gagal dan menjadi perokok berat kembali. Tetapi usaha tersebut tidak akan sia-sia. Ini hanya kemunduran untuk semantara. Ingat! bila kita telah memutuskan untuk berhenti merokok, kita telah memenangkan setengah dari perjuangan melawan rokok. Jadi apabila awalnya kita tidak berhasil maka cobalah lagi, mudah-mudahan kita berhasil.

Sayangilah diri kita sebelum menyayangi orang lain.semoga berhasil