MENGHITUNG PASANG SURUT METODE ADMIRALTY


AKUH JUGAH MASEH KURANG MENGERTI…
MUNGKIN TEMEN-TEMEN DAPAT MENAMBAH KAN NYAH…
NEH HASIL EXCEL YANG AKU BIKIN ASAL-ASALAN ANGKANYA COS AKU UDAH BERUSAHA TUK MEMAHAMI NYA TETAPI TIDAK BISA JUGA DAN HASIL NYA ADALAH ANGAKA AJAIB.. HOHOHOHO🙂😀😀 :D  “BISA DI EDIT KOK FREEWARE”     (DOWNLOAD)
REFERENSI LAINNYA      (DOWNLOAD1) dan       (DOWNLOAD2)
TABEL YANG AKU APAKAI   (DOWNLOAD)
KALO ADA REFERENSI LAIN MOHON TAMBAHAN NYAH..
DI BAWAH INI TAHAPN PERHITUNGAN NYAH.. AKU TIDAK BISA MEMAHAMINYA..
TOLONG KALAU ADA YANG MENGERTI DI BIKIN ECEL NYAH… HEHEHE🙂🙂🙂🙂

 

Metode perhitungan pasang surut laut dengan menggunakan metode admiralty adalah perhitungan untuk menentukan Muka Laut Rata-rata (MLR).

Tahap-Tahap Perhitungan untuk menentukan MLR:
1. Penyusunan Skema 1
Pada tahap ini akan diperoleh nilai bacaan tertinggi yang menunjukkan kedudukan air tertinggi dan nilai bacaan terendah yang menunjukkan kedudukan air terendah yang disusun pada Tabel 1 yang disusun berdasarkan tanggal pengamatan dan tanggal standar GMT.

2. Penyusunan Skema 2
Pada tahap ini ditentukan bacaan (+) dan (-) untuk nilai X1, Y1, X2, Y2, X4 dan Y4 dalam skema 2. Pada penyusunan skema 2 ini, Tabel yang digunakan adalah Tabel 1, Tabel 2, Tabel 3 dan Tabel 4.
Untuk mendapatkan nilai pada Tabel 3 diperoleh dari nilai pada Tabel 2 dengan pengamatan dari Tabel 1.

3. Penyusunan Skema 3
Kolom pada skema 3 berisi penjumlahan aljabar Tabel 2. Jumlah dari nilai (-) dari tiap-tiap X1, Y1, X2, Y2, X4 dan Y4 dari Tabel 2 harus ditambah dengan nilai B (kelipatan 100) atau nilai 1000 jika masih (-) sehingga menjadi (+) yang disusun pada Tabel 5.

4. Penyusunan Skema 4
Pada penyusunan skema 4 digunakan kolom-kolom pada Tabel 6 yang dikalikan dengan nilai (+) dari Tabel 5. Pada penyusunan skema 4 ini tergantung pada lama pengamatan (29 piantan atau 15 piantan) yang berguna untuk menentukan nilai:
a. Besaran Xoo
Besaran ini diperoleh dengan menjumlahkan nilai dari Xo.
b. Besaran X10 dan Y10
Diperoleh dengan menjumlahkan nilai jumlah X1 atau Y1 dengan nilai -15(B) dimana B adalah 2000 dan 1000.
c. Besaran X12 dan Y12 (pada Tabel 6)
Merupakan penjumlahan nilai pada kolom 2 dengan nilai pengamatan.
d. Besaran X1b dan Y1b (pada Tabel 6)
Merupakan pengalian konstanta pada kolom b dengan nilai pengamatan.
e. Besaran X13 dan Y13 (pada Tabel 6)
Merupakan pengalian konstanta pada kolom 3 Tabel 6 dengan harga pengamatan pada Tabel 1.

5. Penyusunan Skema 5
Pada penyusunan skema 5 ini diperlukan konfirmasi dari Tabel 30 (untuk 29 piantan) dan Tabel 31 (15 piantan). Perhitungannya diperlukan data dari skema 4 pada Tabel 29 yaitu hasil perhitungan harga X dan Y indeks ke-2 dari skema 4. Pada Tabel ini terdiri dari 10 kolom.
Perhitungan kolom-kolom:
a. Kolom 1
Pada kolom 1 ditulis nilai-nilai dari Xoo, X10, (X12-Y1b), (X13-Y1b), X20, (X22-Y2b), (X23-Y2c), (X42-Y4b) dan (X44-Y4d).
b. Kolom 2 s/d 9
Kolom ini terdiri dari:
– So, M2, S2, N2, K1, O1, M4, dan MS4 diperoleh dari Tabel 31 yang dikali dengan nilai yang telah ditentukan sebelumnya. Lalu masing-masing kolom dijumlahkan ke bawah.

6. Penyusunan Skema 6
Pada penyusunan skema 6 ini diperlukan konfirmasi dari Tabel 32, namun tetap diperhatikan pemakaian dari Tabel 30 dan 31. Data yang dibutuhkan juga berasal dari Tabel 29. Pada Tabel ini terdiri dari 10 kolom.
Perhitungan kolom-kolom:
a. Kolom 1
Pada kolom 1 Tabel 32 ditulis nilai-nilai dari X10, (X12+Y1b), (X13+Y1b), X20, (X22+Y2b), (X23+Y2c), (X42+Y4b) dan (X44+Y4d).
b. Kolom 2 s/d 9
Kolom ini terdiri dari:
– So, M2, S2, N2, K1, O1, M4, dan MS4 diperoleh dari Tabel 31 yang dikali dengan nilai yang telah ditentukan sebelumnya. Lalu masing-masing kolom dijumlahkan ke bawah.
Hubungan antara konstanta pasut yan diperoleh dengan W, f, V, u, λ dan g.
1) Besaran W untuk M2, O2 dan M4
W.M2 = W.O1 = W.M4 = 0
2) Besaran f, V dan u untuk S2
f. S2 = 1
V. S2 = 0
u. S2 = 0
3) Besaran f dan u untuk N2 dan MS4
f. N2 = f. MS4 = f. M2
u. N2 = u. MS4 = u. M2
4) Besaran f, V dan u untuk S2
f.M4 = (f. M2)2
V.M4 = (V.M2) * 2
u.M4 = (u.M2) * 2
5) Besaran V, MS4
V.MS4 = V.M2
6) Besaran A dan g untuk K2
A.K2 = (A.S2) * (0.27)
g.K2 = g.S2
7) Besaran A dan g untuk P1
A.P1 = (A.K1) * (0.33)
g.P1 = g. K1

7. Penyusunan Skema 7
a. Menghitung PR cos r (baris ke-1)
Dilakukan dengan menjumlahkan nilai pada kolom dari 1-9 yang ada di skema 5 Tabel 32.
b. Menghitung PR sin r (baris ke-2)
Dilakukan dengan menjumlahkan nilai pada kolom dari 1-9 yang ada di skema 6. Outputnya berada di Tabel 35 baris ke-2.
c. Menghitung PR (baris ke-3)
Terdapat pada kolom VII yang dihitung dengan persamaan:
(PR)2 = (PR cos r)2 + (PR sin r)2
d. Menentukan besaran p (baris ke-4)
Didapat dengan menggunakan Tabel 31 dengan 15 piantan. Output nilai terdapat pada skema 7 Tabel 35 baris ke-4.
e. Menentukan besaran f (baris ke-5)
Diperoleh dengan cara menginterpolasikan nilai yang berada pada waktu menengah pengamatan pada Tabel 39. Besaran yang diperoleh diisikan pada baris ke-5 Tabel 35.
f. Menentukan harga V’ (baris ke-6)
Harga dari V’ ini diperoleh dari nilai yang terdapat pada tahun waktu menengah Tabel 40.
g. Menentukan harga V” (baris ke-7)
Harga dari V” ini diperoleh dari nilai yang terdapat pada bulan waktu menengah Tabel 41.
h. Menentukan harga V”’ (baris ke-8)
Harga dari V” ini diperoleh dari nilai yang terdapat pada tanggal waktu menengah Tabel 42.
i. Menentukan V (baris ke-9)
Untuk mendapatkan nilai V pada masing-masing kolom diperoleh dengan cara melakukan perhitungan:
V(M2) = V’(M2) + V”(M2)+V’’’(M2)
V(S2) = 0
V(N2) = V’(N2) + V”(N2)+V’’’(N2)
V(K1) = V’(K1) + V”(K1)+V’’’(K1)
V(O1) = V’(O1) + V”(O1)+V’’’(O1)
V(M4) = 2* V(M2)
V(MS4) = V(M2)
j. Menentukan harga u (baris ke-10)
Diperoleh dengan menggunakan Tabel 43 berdasarkan interpolasi waktu menengah untuk M2, K1 dan O1. Sedangkan untuk kolom yang lainnya diperoleh dengan melakukan perhitungan:
u(M4) = 2* 4(M2)
u(N2) = u(M2)
u(MS4) = u(M2)
V(S2) = 0
k. Menentukan harga p (baris ke-11)
Diperoleh melalui Tabel 31.
l. Menentukan harga r (baris ke-12)
Harga dari r diperoleh melalui PR cos r atau PR sin r.
Sehingga tg r = (PR sin r)/(PR cos r)
m. Menentukan harga (1+W) dan w (baris ke-13)
Untuk menentukan harga (1+W) dan w dari tiap kolom maka digunakan perhitungan:
– (V(K1) + u (K1))  tentukan harga W/f melalui Tabel 41 untuk MS4 dan S2  nilai f untuk K2 diperoleh melalui Tabel 44.
– 2V(K1) + u (K1)  tentukan harga wf dan W/f melalui tabel 44 untuk K1.
– 3V(M2) – 2V(N2)  tentukan harga w dan 1+W melalui tabel 44 untuk N2.
n. Menentukan besaran g (baris ke-14)
Untuk mendapatkan nilai dari g dperoleh melalui persamaan:
g = V + u + w + p + r
Persamaan ini berlaku untuk keseluruhan kolom (1-10) dengan tambahan K1.
o. Menentukan kelipatan 360o (baris ke-15)
Adalah kelipatan 360o dari nilai g.
p. Menentukan amplitudo (baris ke-16)
Untuk amplitudo masing-masing kolom berlaku rumus:
A = PR : (P.f. (1+W))
A(So) = PR(So):P(So)
A(M2) = PR(M2):P(M2)
Khusus untuk kolom K2 dan P1:
A(K2) = A(S¬2) * (0.27)
A(P1) = A(K¬1) * (0.33)
q. Menentukan besaran go pada kolom terakhir (baris ke-17)
Untuk menentukan besaran go ditentukan dengan persamaan:
go = g (perhitungan dari 0) – (kelipatan 360)

11 Comments (+add yours?)

  1. ayik
    Aug 22, 2011 @ 11:11:30

    brow, trus nilai amplitudo komponen SO, M2, N2, S2 dst… didapat dari mana n pengertiannya apa?…..
    trus klo g ada data pembanding bwt beda fase akan mempengaruhi bagian mana?
    thanks….

    Reply

  2. larasati
    Oct 16, 2011 @ 21:02:01

    minta bantuannnya donk

    hemph…. aku masih belum mengerti nieh…

    aku juga punya tugas

    dalam tugas nya diberikan tabel jam pengamatan dan tinggi pengamatan palem..

    11:00 2,4
    11:30 2,3
    12:00 2,19
    12:30 2,11

    pokoknya tiap setengah jam pengamatan nya..

    disuruh menghitung pasang surut pada 9,0 dms ini chart datum nya…

    nah kalo ngitung chart datum kayak gini mesti gimana???

    Reply

  3. Yoga
    Mar 13, 2012 @ 08:06:45

    ini masih menggunakan tabel bantu ya? tabel u,f, V’, V”, V'”, w dan W+1 untuk tahun 2000 keatas di dapat dimana?

    Reply

  4. oddy
    Apr 15, 2012 @ 15:20:33

    terimakasih mas artikelnya,,ngebantu sya banget nih…
    hehehe
    maklum di kampus sya materi kaya beginian ga di ajarin..
    padahal butuh banget perhitungan kaya gini buat skripsi saya…🙂

    Reply

  5. Nur Tothohiri (@Thohiri)
    Jun 11, 2012 @ 09:51:19

    kalau dengan metode kuadrat terkecil bagaimana tahapannya?

    Reply

  6. Susmaya
    Oct 26, 2013 @ 09:14:15

    Saya perlu tbel 5,tabel6 dan tabel9 punya nggak

    Reply

  7. SUSMAYA LAUT ADHI
    Jan 08, 2015 @ 16:29:07

    SAYA PERLU TABEL 5 DAN TABEL 7.BISA DIKIRIM NGGAK BRO

    Reply

  8. Dewangga
    Sep 26, 2016 @ 21:20:24

    mau tanya itu dapat tabel bantu untuk v’ yang tahun 2000 ke atas sari mana?

    Reply

  9. Nur
    Nov 09, 2016 @ 08:51:47

    Kenapa menggunakan angka 1000 atau 2000??

    Reply

  10. Nur
    Nov 09, 2016 @ 08:56:16

    Kenapa nilai B itu 1000 atau 2000??

    Reply

    • Nanda Nurisman
      Nov 27, 2016 @ 18:41:26

      penjelasannya ada di “penyusunan skema 3″…..nilai b adalah 100 atau kelipatannya….
      sebagian org menggunakan b=2000….. namun bila dengan menggunakan b=500, hasil perhitungan pd skema 3 sudah bernilai “positif” maka cukup gunakan b=500 saja

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: